Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

AKTUAL-Tak ada hari besar keagamaan di negri ini yang dimeriahkan semeriah dan segegap gempita Idul Fitri. Anggaran rumahtangga pun membengkak, sehingga THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi kewajiban setiap perusahaan pada karyawannya. Tapi di negri ini pula, sejumlah ormas paling kenceng mencari THR ke perusahaan-perusaahan, padahal mereka bukan karyawan perusahaan atau pembantunya seorang majikan.
Lebaran merupakan kearifan lokal yang hanya ada di Indonesia. Karena 90% rakyatnya beragama Islam –termasuk yang hanya dalam KTP– tanggal 1 Syawal sebagai hari Idul Fitri disambut semeriah mungkin. Tak hanya salat Ied di mesjid maupun lapangan, tapi juga setiap rumah menyambut para tamu dengan kue-kue lezat, anak-anak, orang tua pakai baju baru, sepatu baru, termasuk akik baru.

Ini semua perlu anggaran ekstra, sehingga pemerintah pun melalui Kementerian Tenaga Kerja mewajibkan perusahaan memberikan THR kepada karyawannya. Para majikan pun ikut memberi THR pada pembantunya, RT-RW juga memberikan THR bagi tukang sampah dan satpamnya. Bahkan mulai tahun ini, PNS yang tak diberi THR oleh negara, kini menerima gaji ke-14 agar bisa menyambut Lebaran dengan senyum.

“Institusi” lain seperti preman, bahkan ormas, banyak juga yang memanfaatkan moment Lebaran ini. Dengan mencatut “anak yatim”, mereka mensweping perusahaan-perusaaan untuk mendapatkan jatah THR. Mereka rajin menyebar proposal ke sana kemari dengan kalimat sakti, “perusahaan Anda berada di lingkungan kami”.

Sebenarnya tak ada aturan perusahaan harus memberi THR pada ormas-ormas itu. Memangnya yang punya wilayah itu ormas, memangnya yang mengeluarkan perizinan usaha itu ormas? Apa jasa atau kontribusi mereka pada sebuah perusahaan? Tapi yang terjadi, justru ormas-ormas itu yang paling kenceng cari THR ke sana kemari.

Tapi perusahaan itu kebanyakan hanya mengalah. Ketimbang rame jika tak mau disebut “diteror”, beri saja itu uang THR. Soal dana itu sampai pada “anak yatim” atau tidak, bukan urusannya. Polisi pun tak bisa berbuat apa-apa, sepanjang ormas proposal itu minta THR secara sukarela dan tidak memaksa. Tapi jika sudah mulai memaksa dan menakut-nakuti, barulah polisi bisa bertindak keras. – gunarso ts [ts]

Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin.

Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.
Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.

Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)
Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”

Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”

Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)
Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya.

Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Jabat Tangan
dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina

kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”.

Meninjau Fenomena Pacaran
Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati.
Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-.
Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!
Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!

Mustahil Ada Pacaran Islami
Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?” Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.
Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian.

Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.

Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah
Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920.)

Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”

Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel ini Sengaja Kami Modifikasi Judul Dan Headline nya Lebih "Nakal dan Menggelitik" Agar PESAN Larangan Berpacaran dan Lebih Baik NIKAH ini lebih sampai ke audien, terutama ABG Labil dan yang masih Mencari Jati Diri..

Sumber : taarufan.com

Malu punya pacar ga bermobil? Ilfeel liat pacar stylenya ga ngikutin jaman? Duhh gue pribadi sih ya bodo amat .

Gaada malunya gue pacaran sama cowo yg ga bermobil , bahkan gue pernah pacaran sama cowo yg bervespa . naik mtr brg kemana mana bareng , mogok vespa dan dorong brg , belepotan oli bareng sampe doi ngomong "kamu malu ya?" dan gue jawab "engga kenapa gue musti malu? Gue bahagia sama lo botak"
Botak? Ya pacar gue dulu botak , ga ngikutin style , bokapnya punya mobil tpi kita gasentuh dan gapakai mbil itu . kita tetep jadi pasangan yg apa adanya .

Gue selalu ingetin ke cowo gue itu

"Gausah malu kalo cuma punya motor, ga bermobil, cuma bisa ngajak gue makan dipingir jalan. Denger ya , gue sayang sama lo, jangankan naik motor, lo ga punya motor terus harus jalan kaki setiap mau ngedate sama gue pasti juga bakal gue jabanin. Berapa kali kita naik angkot? Main gajelas? Sampe ketilang bareng , naik sepeda keong"

Jadi jangan pernah malu guys kalo lo cuma punya motor / gabisa ngasih dia yang mewah2.

Karena sederhana itu lebih indah ketimbang mewah tapi hasil minta2 orang tua, kunci nya cuma 1, dulu gue bilang sama dia "mungkin emang sekarang kamu masih belum punya apa2 tapi insyaallah kalo kita sama sama kita bakalan nyari kebahagiaan kita bareng2 yang gaakan pernah orang milikin" & lo harus punya target buat masa depan.

Inget, mungkin emang sekarang lo cuma punya motor dan diketawain temen2 lo, tapi liat suatu saat kalo lo bener2 berusaha untuk ngewujudin apa yang lo mau, siapa yang bakal ketawain siapa.
Nyari yang lebih tajir mah gaada abisnya.

Yang penting selagi lo bisa bikin cewe lo nyaman sm apa yg lo punya dia juga bakal sama-sama lo terus.
Emang sih, bikin seneng gaharus pake duit banyak.
Cuma yah... namanya sama cewe sendiri jangan pelit-pelit lah bos..

Terimakasi Sudah Berkunjung di Web Kami, Semoga Sedikit Artikel di Atas Bermanfaat Bagi Anda. (tx)

Akan tetapi ia lebih banyak menerima apapun segala kekurangan yang ada pada suaminya.

Istri solehah itu tidak banyak mempermasalahkah kedudukan suaminya yang lebih tinggi dibanding dirinya. Akan tetapi ia lebih banyak berusaha menjadi istri yang selalu taat dan berbakti kepada suaminya.

Istri solehah itu tidak banyak mempertanyakan tentang posisi dirinya dalam rumah tangga. Akan tetapi ia menyadari bahwa semuanya itu adalah sudah menjadi tanggung jawabnya yang telah ditetapkan-Nya.

Istri solehah itu tidak banyak menuntut suaminya agar menjadi seseorang seperti apa yang ada dalam pikirannya. Akan tetapi ia lebih berusaha menjadikan suamimya sebagai orang yang pantas mendampingi hidupnya.
 
Dan Istri solehah itu tidak banyak meminta sesuatu yang masih belum mampu dipenuhi suaminya. Akan tetapi ia lebih banyak menerima dengan penuh keikhlasan setiap pemberian suaminya walau sekecil apapun.

Disaat suami sedang ada suatu masalah, ia selalu ada dan mampu untuk menghibur serta membuat suaminya tersenyum.

“Siapa saja Wanita yang Meninggal Dunia dan Suaminya Ridha kepadanya, Maka ia masuk Surga.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim).

Jika hal itu bisa diraih oleh seorang istri,maka hanya satu balasan yang layak bakal di perolehnya kelak. Yakni ridha suami yang akan mengantarkannya mencapai Ridha-Nya. sekaligus mengantarkannya menuju Surga-Nya. (sumber)
 

Pada kesempatan Kali ini saya ingin memberikan Renungan, ini Utamanya bagi Kaum Hawa atau Wanita.
Buat Lelaki, silahkan Baca saja.

Semakin lama Dunia ini semakin Tua, beribu-ribu macam ragam style juga bakal bermunculan. Entah darimana asal muasal gaya atau tren itu.

Kita sebagai Muslim dan Muslimah yang baik, semestinya dapat memfilterisasi semuanya permainan Dunia ini.

Kita kembali ke Topik permasalahan, Muslimah di Dunia terkadang sangat aneh! Kenapa Aneh?
Nanti saya Jelaskan.
 
Muslimah yang baik adalah Muslimah yang menutupi serta Melindungi Auratnya sebaik-baiknya dari pandangan orang lain. Mulai dari Ujung Rambut sampai Kaki, terkecuali muka serta telapak tangan.
Muslimah yang baik adalah Muslimah yang senantiasa menggunakan Jilbab dengan baik serta terlihat sopan.

Jangan asal-asalan berjilbab. Dan juga bila memakai Jilbab, mesti dicocokkan dengan Baju yang anda pakai.

Janganlah memakai Jilbab bila anda kenakan pakaian lengan pendek dsj.
Janganlah menggunakan Jilbab bila anda menggunakan baju yang Super Ketat.
Berikut yang saya katakan Aneh di atas.

Untuk Anda wanita, gunakanlah Jilbab dengan benar. tutupi semuanya sisi badan termasuk p*y*dara supaya tidak tampak menonjol, biarkan muka serta telapak tangan terlihat. Kurang lebih seperti gambar dibawah. [tx]

Sebuah Al-Qur’an tetap utuh setelah kebakaran yang menyebabkan sebuah mobil hangus di provinsi Jazan Arab Saudi.

“Sopir itu mengatakan kepada saya bahwa mobil milik ayahnya tersebut selalu menyimpan Al-Qur’an di dalamnya,” seorang pria Saudi mengatakan kepada Harian Sabq, seperti dilansir Emirates 24/7, Ahad (2/3/2014).

Menurut harian Saudi, sopir tersebut sedang mengendarai mobilnya di provinsi Jazan Arab Saudi ketika mobil itu tiba-tiba terbakar, mendorong dia untuk melompat keluar.

Orang-orang yang melihat kejadian tersebut memeriksa pengemudi itu dan mobilnya, dan mereka menemukan bahwa Al-Qur’an merupakan satu-satunya benda yang utuh di dalam mobil yang hangus total oleh lalapan api.
 
“Ketika saya melihat ke dalam mobil yang hangus terbakar, saya terpana melihat bahwa semuanya hancur kecuali Al-Qur’an yang tetap utuh,” katanya.

“Saya memutuskan untuk mendokumentasikan keajaiban ini dengan mengambil gambar melalui ponsel saya,” kata pria Saudi yang melihat kejadian tersebut dan mengabadikan keajaiban yang terjadi dengan ponselnya.

Beginilah rasa yang ku alami sekarang ini,telah lelah aku mencoba untuk mempertahankan cinta ini,tapi apalah daya,hanya kepedihan serta air mata yang kurasakan karena sikap mu yang tak pedulikan diri ku sedikit pun.Namun,walaupun semua itu terjadi pada diriku,aku akan tetap mencoba tersenyum dengan kenyataan ini.Aku yang mengira kau akan baik menjadi pendamping ku,malah kau selalu membuat hati ku terluka dengan segala tingkah laku mu.

Kau yang dulu ku kenal baik dan perhatian kepada ku,kini rasa itu tak ku temukan lagi dari diri mu,sungguh malang nya diri ku karena tak ku duga kau akan berubah seperti ini.
Dulu hari hari yang kita lewati berdua sangat indah terasa,tetapi sekarang hari hari itu tak ada lagi buat diri ku,entah apa yang terjadi pada mu,sehingga kau berubah seperti ini.

Apakah kau tak menyayangi diri ku lagi,kenapa?

Satu pertanyaan yang masih tersimpan dalam pikirian ku ini,apakah yang membuat mu bisa berubah seperi ini?

Apakah kau sudah punya pengganti diri ku sehingga kau tak pedulikan ku lagi,cobalah kau berterus terang dengan apa yang kau alami ini,lagian aku pun akan menerima semua keputusan mu.

Sebenar nya sungguh sangat sakit melihat sikap mu berubah seperti ini,tapi sesakit apapun itu,aku akan selalu tetap tersenyum dan akan terus mencoba untuk bisa kau cintai.[text]

COBALAH lihat apa saja yang kita makan dalam keseharian. Contoh, bila beli gorengan dan melihat minyak goreng nya… wow hitam! Makan makanan instan ada pengawet. Ada juga perasa, makan daging ada juga lemak, minum minuman ringan, ada juga pemanis buatan, obat kimia ada juga efek samping. Duhhh, kadang pusing ya?

Berarti apa saja yang aman dan nyaman yang harus kita konsumsi? Kadang suka ada orang yang pulang berobat, malah pas pulangnya jadi stress sendiri, karena pantrangannya banyak. Dia berpikir kalau begitu apa yang harus saya makan?

Di zaman modern ini, bila kita lihat, ternyata industri farmasi banyak sekali, rumah sakit banyak berdiri, tapi manusia sehat menjadi langka. Kita hidup zaman sekarang tidak akan pernah luput dari yang namanya racun yang masuk dalam tubuh kita. Saking banyaknya racun sehingga kita tidak sadar bahwa makanan yang kita berikan kepada anak-anak kita semenjak kecil, banyak sekali yang mengandung toksik, begitu banyak perasa pengawet, dan pewarna mereka melebihi batas ambang toleransi.
 
Tidak heran jika usia kita yang sekarang ini sudah tak terhingga racun dalam tubuh; bagaimana mungkin kita bisa sehat sedangkan dalam tubuh kita terdapat banyak sekali toksik atau racun?

Ingat, semua penyakit, baik yang akut maupun yang sudah kronis berawal dari akumulasi racun serta sampah hasil metabolisme tubuh. Jika uang yang sedikit diakumulasikan akan menggunung jadi banyak. Nah, kalau racun diakumulasikan, apa jadinya? Ini pastinya akan menghabiskan tabungan.

Tentunya penyembuhan dengan mengeluarkan zat yang “meracuni” tubuh. Cara yang terbaik salah satunya berpuasa. Walau pun banyak teori yang mengungkap puasa mampu mengobati penyakit, sayangnya semua teori itu benar sekali.

Ternyata puasa memberikan kesempatan pada tubuh untuk beristirahat dari rutinitas mengolah makanan dan minuman.

Sehingga energi yang biasa digunakan tubuh dalam bekerja mengolah makanan. Nah, ketika kita berpuasa, kondisinya akan digunakan untuk melakukan perbaikan perbaikan kerusakan tubuh. Itulah sebabnya kenapa puasa mampu mengobati berbagai penyakit kronis.

Saat berpuasa tubuh mengalami detoksifikasi secara alamiah. Tidak adanya makanan yang biasa masuk kedalam lambung, membuat organ-organ tubuh seperti hati dan limpa “membersihkan diri”. Racun yang dibuangpun 10 kali lebih banyak, karena racun yang dikeluarkan lebih banyak daripada biasanya. Maka proses penuaan pun bisa dihambat untuk sementara.

Itulah sebabnya bila kita melakukan puasa dengan benar, wajah kita nampak lebih berseri, tubuh lebih sehat, dan jiwa pun kuat. Ayo, berpuasa! (sumber) 

Ladies, selama hidup kita, tak mungkin kita tak pernah bersinggungan pendapat dengan orang lain. Beberapa di antaranya meninggalkan luka di hati yang sulit untuk dilupakan. Jika orang tua sering berpesan, "Kamu harus bisa memaafkan dan melupakan", semakin kita dewasa barangkali kita akan punya keputusan pribadi tentang memaafkan seseorang dalam hidup kita.

Baru-baru ini video Mulan yang meminta maaf di depan publik kepada Maia, marak dibicarakan. Mulan ingin memperbaiki hubungannya dengan mantan istri Ahmad Dhani tersebut, tetapi ia merasa Maia masih belum memaafkannya. Pro kontra mewarnai kisah dramatis antara dua orang wanita ini. Terlepas dari kontroversinya, kita punya pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah Maia dan Mulan, yaitu: pelajaran tentang memaafkan.
 
Memaafkan Itu Adalah Memberi Sedikit Ruang di Hati
Orang tua kita tak salah dengan nasihatnya. Memaafkan adalah kemampuan kita mengelola emosi dan mengelola kehidupan jiwa. Dengan memaafkan, kita menahan kemarahan dan rasa getir yang kita rasakan. Rasanya memang tak enak. Sakit hati, ketidaksabaran, rasa terganggu bahkan bisa menyebabkan psikosomatis. Tetapi tahukah kamu, memaafkan bukan perkara dengan orang lain, tetapi dengan diri kita sendiri. Dengan kita memaafkan orang lain, kita memberi sedikit ruang di hati untuk merelakan dan mengikhlaskan. Memaafkan bukan perkara menghakimi, tetapi lebih kepada bagaimana kita mengatasi perasaan terhadap diri sendiri.

Memaafkan adalah Belajar Dari Pengalaman di Masa Lalu
Kita perlu mengambil makna dari pengalaman, berhati-hati agar tak terulang dan move on. Ini bisa artinya mengambil keputusan untuk pindah ke lingkungan baru, tanpa adanya orang yang menyakiti kita di pengalaman terdahulu. Tetapi jika kita masih berada di lingkungan yang sama, pelajaran pentingnya adalah bagaimana kita mengontrol emosi diri. Percayalah, tidak akan ada pelajaran hidup yang sia-sia. Mungkin kali ini kita bersinggungan pendapat dengan A, bisa jadi kita akan lebih siap dengan konflik tak terelakkan di masa depan dengan orang lain karena pengalaman kita tersebut.

Memaafkan dan Memberi Kesempatan Kedua
Setelah berhasil memaafkan, langkah selanjutnya adalah memikirkan lagi tentang kesempatan kedua. Setiap orang pasti berharap diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan. Tetapi, semua itu pilihan, Ladies. Dengan memaafkan, tak berarti sepaket dengan keputusan tetap memelihara mereka dalam hidup kita. Terkadang hal paling melegakan adalah memaafkan seseorang dan move on tanpa bayang-bayang mereka lagi. It's okay kok jika kamu tidak ingin merasa sakit hati lagi untuk kesekian kalinya dengan orang yang sama. It's about yourself, Ladies.
 
(sumber) 

Karena cinta pasti akan kembali kerumahnya…..
Karena cinta akan tetap kembali walaupun seribu hari kamu lewatkan dengan dia, dia, dan dengan dia yang lainya….
Karena cinta akan tetap kembali ke tempatnya……
Karena cinta tahu, kemana dia harus pulang…..

Aku sangat ingin meyakini bahwa kemanapun kamu akan pergi sejauh apapun aku akan menghilang, kita pasti akan didekatkan kembali, aku ingin meyakini bahwa kamu pasti akan kembali lagi kerumahnya dan aku harap rumah untuk cintamu itu adalah aku.
 
Kemanapun Cinta Itu Pergi, Cepat Atau Lambat Dia Akan Menghentikan Pencarian Dan Berlabuh Pada Dermaga Yang Memang Untuknya
Kemanapun cinta itu akan pergi sejauh apapun ia ingin berlayar bahkan hingga ke negri tetangga, ke negri dimana hanya bidadari cantik hidup pada akhirnya dia akan kembali berlabuh pada dermaga yang memang diciptakan khusus untuknya. Karena dia tahu di tempat yang memang khusus disediakan olehnya ia menemukan kenyamanan sekalipun tidak ada satu bidadari yang menunggunya dan hanya aku siburuk rupa yang bersedia menunggunya lama.

Kemanapun Dia Akan Dibawa Pergi Oleh Seseorang Yang Tampak Menarik Saat Ini Tetap Saja Hatinya Tidak Akan Menemukan Kedamaian
Tidak peduli sejauh apa seseorang ingin membawanya kabur menjauh dari penglihatanku, sampai aku tak dapat lagi melihat bahkan untuk bayang-bayangnya saja, suatu saat dia akan kembali dengan sendirinya tanpa perlu minta diantarkan kembali oleh orang yang membawanya menjauh dariku.

Cinta Selalu Tahu Kemana Ia Harus Pulang Dan Pasti Tidak Akan Menemukan Jalan Keluar Untuk Ketersesatannya
Cinta tidak akan pernah tersesat, cinta tidak akan pernah bisa bertukar tempat dan tak akan pernah mau menempati tempatnya orang lain. Kemanapun dia pergi menjauh dia selalu tahu kemana harus pulang, dia pati akan selalu menemukan jalan pulang dari ketersesatannya diantara hati-hati yang mencoba memenjarakannya, diantara hati-hati yang mencoba untuk memburunya.

Saat Ia Akan Pulang Maka Tak Ada Satu Penghalangpun Mampu Menghentikan Langkah Kepulangannya
Ketika cinta ingin pulang pada peraduannya maka tak akan pernah ada satu kekuatan apapun yang bisa menghentikannya. Tak akan pernah ada penghalang yang tidak bisa dilewatinya. Kepulangannya adalah sesutu keharusan baginya, maka mati adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukannya ketika sesuatu penghalang mencoba untuk memenjarakan jiwanya pada tempat yang bukan untuknya.

Kemanapun Cinta Itu Pergi, Dia Akan Kembali Lagi ke Rumahnya Walau Dengan Segala Perubahan yang Sudah Terjadi
Aku meyakini bahwa kemanapun ia akan pergi melangkah menjauh sejauh mungkin dari diriku, dia pasti akan kembali padaku, seseorang yang selalu mau bersedia membuatnya merasa nyaman. Kemanapun ia akan pergi cepat atau lambat ia akan menghentikan pencarian dan berlabuh pada dermaga yang sebenarnya. Sebab Cinta selalu tahu kemana ia harus pulang. Dan cintamu, sudah seharusnya bermuara dihidupku.
 
(sumber)

Jakarta - Membaca novel Bekisar Merah karangan Ahmad Tohari yang berkisah tentang kehidupan para penderes nira kelapa di sebuah desa bernama Karangsoga seperti membaca kisah nyata para penderes nira di desa saya.

Ya, harumnya nira kelapa yang terbawa bersamaan dengan kepulan asap dari dapur para perajin gula merah saat memasak air berwarna putih nan manis itu seperti menjadi bagian dari keseharian masyarakat desa kami.

Bunyi kelentang batang-batang bambu tempat nira yang saling beradu saat dibawa penderes menghasilkan irama yang khas bagi saya.

Berbeda dengan nasib para penderes nira dalam novel Ahmad Tohari yang harus pasrah ketika pohon-pohon kelapa tempat mereka menyadap nira ditebangi dan diganti tiang-tiang listrik yang mulai masuk desa.

Di desa kami para penderes nira jumlahnya kian hari kian sedikit karena generasi muda nyaris tidak ada yang tertarik untuk bekerja sebagai pengrajin gula merah.

Resiko yang cukup tinggi saat mengambil nira dari pohon kelapa, dan lamanya proses memasak nira sampai menjadi gula kelapa sepertinya menjadi alasan mengapa tinggal generasi tua yang masih menekuni pekerjaan ini.

Selain itu juga tidak ada jaminan jika terjadi kecelakaan kerja. Tidak sedikit pula masyarakat di sini yang tewas, maupun patah tulang akibat terjatuh dari pohon kelapa.

Geografis dan Sosial Ekonomi

Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, terletak di wilayah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Maka tak heran jika para penduduk di sini menggunakan bahasa jawa dan sunda dalam percakapan sehari-hari.

Mata pencaharian masyarakat di sini bisa dibilang bermacam-macam. Meski sebagian besar memilih untuk bekerja di kota-kota besar terutama generasi mudanya. Yang memilih untuk tetap menekuni pekerjaan di kampung melakukan apa saja asal dapur tetap bisa mengepul.

Namun ketika musim panen tiba, pekerjaan yang biasa dilakukan bisa mereka tanggalkan agar bisa ikut menjadi buruh tani (panen) karena bagi mereka ketika panen tiba tidak hanya menjadi berkah bagi si pemilik sawah namun juga bagi para buruh tani ini.

Maka setiap pagi di pinggiran sawah sudah ramai orang yang menunggu si empunya sawah atau orang yang menjadi kepercayaannya masuk ke sawah dan menjadi tanda bahwa mereka sudah boleh memangkasi batang-batang padi yang sudah merunduk itu.

Bahkan ada yang mulai memotong padi saat matahari belum muncul dan selesai bekerja hingga hampir tengah malam tiba dengan menggunakan lampu penerang patromak. Dari setiap 8 kilo gabah yang didapat, mereka mendapatkan 1 kilo dari pemilik sawah.

Di sini dan mungkin di desa-desa penghasil padi lainnya di Indonesia, padi menjadi barang yang bisa dibilang sangat "liquid", karena saat mereka membutuhkan uang, padi bisa dijual dengan cepat.

Desa kami termasuk desa tertinggal, dari segi infrastruktur jalan desa saja sepanjang saya bisa mengingat baru dua kali mendapat perbaikan aspal.

Desa kami dibentengi oleh pegunungan, maka saya gambarkan saja jika wilayah desa ini memiliki wilayah hulu-hilir. Beruntung bagi saya yang tinggal di hilir tidak terlalu kesulitan menempuh jalan bebatuan jika hendak menuju kota kecamatan.

Namun bagi masyarakat yang tinggal di "gunung" (hulu)—maka bayangkan bagaimana jalan yang terjal penuh bebatuan cadas harus mereka lalui.

Sebab itu tidak heran rata-rata masyarakat "gunung" hanya sebulan sekali saja mengunjungi kota kecamatan untuk berbelanja kebutuhannya.

Saking begitu sulitnya akses, ada semacam sindiran, katanya bagi para pengemudi yang biasa mengendarai kendaran di kota jangan coba-coba menempuh jalan ke sana, walapun mereka begitu mahir berkendara di jalanan kota, belum tentu bisa menaklukan jalan ke sana.

Buku dan Infrastruktur

Ada yang bilang jika pendidikan adalah alat untuk memutus mata rantai kemiskinan. Biaya pendidikan yang tidak murah menjadi perjuangan luar biasa bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan apalagi di kampung yang sangat minim lapangan pekerjaan.

Dengan kondisi demikian, maka tak semua anak desa ini bisa menyelesaikan pendidikan sampai jenjang sekolah menengah atas. Instrumen penting dalam hal transfer ilmu pengetahuan adalah buku.

Banyak survey yang menyajikan data-data mengenai tingkat minat baca masyarakat kita yang rendah. Harga buku yang terbilang mahal bagi masyarakat kita memperparah kondisi ini.

Membayar biaya sekolah saja masih sulit apalagi membeli buku bacaan. Taman bacaan masyarakat adalah wadah di mana anak-anak, remaja usia sekolah juga masyarakat umum bisa mengakses buku dengan gratis.

Sudah lama saya bermimpi jika di desa ini bisa dibangun sebuah taman bacaan masyarakat agar anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus memiliki wawasan yang luas dan mampu beradaptasi di tengah tantangan gobal yang semakin ketat.

Harapannya dengan membaca buku anak-anak tidak hanya sekolah, tamat, lalu melamar pekerjaan di pabrik, karena bekerja di pabrik masih menjadi primadona bagi masyarakat di sini. Tetapi buku mampu menggapai hal lain dari sekadar menjadi buruh.

Pengadaan Infrastuktur jalan dan fasilitas pendidikan yang layak serta rumah sakit masih menjadi tantangan terberat negara ini. Sementara jalan menjadi hal vital dalam memenuhi kebutuhan kehidupan masyarakat baik itu dari segi ekonomi, kesehatan maupun pendidikan.

Anak-anak usia sekolah di sini harus "turun gunung" jika hendak ke sekolah, sebab, sekolah yang terdekat teletak di kampung "bawah". Begitu pula dengan akses fasilitas ekonomi seperti pasar yang hanya terletak di kota kecamatan, begitu juga dengan fasilitas kesehatan.

Beberapa bulan lalu ada kabar yang cukup miris karena seorang ibu yang sedang hamil harus melahirkan di perjalanan menuju klinik bidan. Dan ironinya sang bayi yang baru dilahirkan itu nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Maka saya pikir seharusnya akses jalan desa ini bisa menjadi perhatian pihak terkait demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Saya sendiri jadi membayangkan bagaimana begitu sulitnya kehidupan di desa terpencil lainnya di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, dalam kunjungannya di Belanda, di hadapan WNI di sana, Presiden Jokowi mengatakan, sedang menggenjot pembangunan infrastruktur secara besar-besaran dan massif dari Aceh hingga Papua.

Semoga inisiatif mulia itu tercapai, dan pada realisasinya tidak ternodai oleh praktik korup sebagaimana kerap terjadi, sebab alih-alih kata "desa" saja yang tertinggal, tetapi kita sebagai sebuah negara!



Astuti
Iluni IAILM, Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya
astutimustaqim07@gmail.com

Ustadz Ammi menjawab: Kita meyakini amal soleh di bulan ramadhan, pahalanya dilipat gandakan. Dan kita juga perlu sadar bahwa perbuatan maksiat yg dilakukan manusia di bulan ramadhan, dosanya juga dilipat gandakan.
 
Orang yg melakukan maksiat di bulan Ramadhan,dia melakukan dua kesalahan. Pertama,melanggar larangan Allah. Kedua,menodai kehormatan Ramadhan dgn maksiat yang dia kerjakan.
Rasulullah memberi ancaman keras orang yg masih rajin bermaksiat ketika puasa.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda,
Barangsiapa yg tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya,maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan. (HR. Bukhari 1903, Turmudzi 711 dan yang lainnya).

Buka Aurat = Menebar Dosa
Ketika wanita memamerkan auratnya, yang terjadi, dia sedang menjadi sumber dosa. Dosa bagi setiap lelaki yg melihat dirinya. Itulah para wanita yang menjadi sebab banyak lelaki melakukan zina mata para wanita yg mengobral harga diri dan auratnya di depan umum, tanpa rasa malu.

Wajar jika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memberikan ancaman sangat keras untuk model manusia semacam ini.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda,
Dua jenis penghuni neraka yg belum pernah aku lihat. (1) Sekelompok orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi, dan dia gunakan untuk memukuli banyak orang. (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, jalan berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk onta, mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan harumnya surga, padahal bau harum surga bisa dicium sejarak perjalanan yg sangat jauh. (HR. Ahmad 8665 & Muslim 2128).

Puasanya Tidak Diterima

Jika puasa seseorang menjadi tidak bernilai gara-gara dosa yg dia kerjakan.Apa yg bisa anda bayangkan, ketika ada orang yg menjadi sumber dosa? Layakkah dia berharap puasanya diterima? Bahkan karena sebab dia, banyak lelaki yg pahala puasanya berkurang.

Wallahu a'lam
 
(sumber) 


Ayam merupakan salah satu unggas penghasil daging yg paling populer.
Dalam setiap kesempatan, ternyata hidangan berbahan dasar daging ayam sangat banyak diminati oleh berbagai kalangan..
Nabi Muhammad SAW pernah memiliki kesan tersendiri terhadap hewan ini.
Dalam sebuah sabdanya Nabi SAW mengungkap kan bahwa ayam adalah hewan yg bisa mengetahui kedatangan malaikat.
_“Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena Ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari Setan karena dia melihat setan.”_ (Shahih, HR Bukhari dan Muslim).
Saat sabda ini diturunkan hingga manusia terus mengalami per kembangan ber abad2, mungkin sabda ini hanya dianggap sebagai kelebihan ilmu pengetahuan yg dimiliki Nabi SAW yg Ia dapatkan dari Allah SWT.
Namun pengetahuan Nabi SAW ini ternyata dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuan abad ini.
Sebuah studi dalam jurnal
_Public Library of Science_,
tahun 2010 menemukan bahwa ayam memiliki kerucut retina tambahan dibandingkan dengan manusia, yg memungkin kan mereka untuk membedakan warna tambahan.
Para ilmuwan di Washington University di
St Louis yang dipimpin oleh *Joseph Corbo* mengatakan, kemampuan untuk melihat warna berasal dari sel cahaya-sensing khusus yg ditemukan di retina.
Sel-sel ini, yg disebut kerucut, datang dalam berbagai rasa, yg masing2 dpt mendeteksi panjang gelombang cahaya yg berbeda.
Manusia memiliki tiga jenis kerucut yg me mungkinkan kita untuk melihat warna ~>
merah, hijau dan biru. Tapi ayam memiliki kerucut ekstra untuk melihat violet dan sinar ultraviolet.
Terlebih lagi, kerucut ayam ini didistribusikan secara merata di seluruh retina, meningkatkan kemampuan burung untuk melihat warna di seluruh bidang visual mereka.
_"Berdasarkan analisis ini, Warna di retina ayam sangat melebihi yg terlihat di sebagian besar retina lain dan tentu saja bahwa dalam kebanyakan retina mamalia,"_
kata penulis studi Dr Joseph C. Corbo of Washington University School of Medicine di St Louis.
Hal ini tentu sejalan dgn sabda Nabi SAW yg mengatakan bahwa ayam dpt melihat malaikat.
Pasalnya malaikat merupakan mahkluk Allah yg diciptakan dari cahaya artinya dari sinar ultraviolet.
_“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam dari tanah."_ [HR Abu Daud (4700) dan At Tirmidzi (2155)]
Hal ini menjelaskan kepada kita mengapa setan melarikan diri saat disebutkan nama Allah. Penyebabnya adalah karena para malaikat datang ke tempat yg disebut nama Allah itu, sehingga setan melarikan diri.
Setan terganggu bila melihat cahaya malaikat. Dengan kata lain, jika sinar ultraviolet bertemu dengan sinar inframerah di satu tempat, maka sinar merah memudar.
*Dan tahukah anda mengapa ayam berkokok jika fajar tiba?*
Saat terbitnya matahari juga banyak terdengar ayam berkokok, namun bukan karena mataharinya, melainkan melihat cahaya yg terpancar dari para malaikat2 Allah yg sedang sibuk membagi kan rizki dari Allah untuk semua makhluknya setiap hari.
*Maka jgn lewatkan untuk selalu bangun pagi dan shalat Subuh.*
Mungkin mereka yg melakukan penelitian ini tidak pernah tahu bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa ayam bisa melihat malaikat.
Setidaknya terimakasih semakin memperkuat kebenaran akan ayat2 Allah SWT dan Sabda Nabi SAW.
Wallahu a'lam bish-shawwab

Sebagai wanita, kita pasti akan tersipu malu kalau ada pria yang bilang sayang dan cinta. Setiap wanita suka pujian, nggak diragukan lagi. Setiap wanita bahagia ketika dicintai dan disanjung, faktanya memang begitu. Tapi wanita juga selalu ingin kepastian dan kejelasan.

Mendapat balasan cinta dari orang yang kita suka memang sangat membahagiakan. Kita pun mulai berangan-angan untuk bisa menghabiskan sisa waktu kita bersamanya. Kita ingin selalu berada di dekatnya, selalu ada di sampingnya.
"I Want you to know one thing, I will always be true to you, and I will always say to you, I love you.” ― Auliq Ice 
Tapi cinta juga butuh bukti dan tanggung jawab. Percuma dong kalau dia selalu bilang sayang tapi tak pernah punya keberanian untuk memilikimu seutuhnya. Bakal bikin hati ini sakit kan kalau sudah menjalin hubungan lama tapi ia tak kunjung melamar. Awalnya sih bisa sabar, berpikiran positif, tapi lama-lama bakal bikin capek juga, kan?

Pada akhirnya, semua yang bilang sayang akan kalah dengan yang berani meminang.
“Then she questioned, "Too much idea about love, I wanna know what love is? Is there one right person for everyone? Is there true love? Can someone really beat your heart and conquer it?” ― Glad Munaiseche 
Pria yang Berani Meminang Membuktikan Kesungguhan Cintanya

Butuh keberanian lebih bagi pria untuk meminang wanita yang dicintainya. Saat pria sudah berani meminang, itu tandanya ia benar-benar mencintai kekasih hatinya dengan sungguh-sungguh. Keberanian inilah yang bisa membuat hati wanita meleleh. Wanita akan merasa dihargai karena seseorang berani memperjuangkan dirinya.

Pria yang Berani Meminang Sudah Tahu Tanggung Jawabnya

Cinta tanpa tanggung jawab? Ah, pasti tak akan bertahan lama. Pria yang berani meminang merupakan ia yang sudah tahu tanggung jawabnya. Ia sadar betul keputusannya untuk meminang bukanlah keputusan yang main-main. Ada tanggung jawab besar di baliknya dan ia siap untuk itu.

Pria yang Berani Meminang Tak Main-Main dengan Cintanya

Kamu sudah sering mengalami jatuh bangun cinta dengan pria yang salah? Kamu pernah punya pengalaman buruk dipermainkan oleh pria yang tak bertanggung jawab? Ngakunya bilang sayang? Bilangnya cinta? Tapi kok masih suka ingkar janji? Hm, pria seperti itu pasti hanya main-main dengan cintanya.

Pria yang berani meminang, di mata wanita, adalah pria yang paling pemberani. Ketika seorang pria sudah sungguh-sungguh mengutarakan niatnya untuk meminangmu, kamu tak bisa lagi bermain-main dengan cintanya.

Jadi, apakah kamu setuju kalau semua yang bilang sayang pada akhirnya akan kalah dengan yang berani meminang?

Berbicara Carok, maka yang timbul dibenak banyak orang adalah sebuah konotasi yang negative dan horror. Carok selalu identik dengan pembunuhan sadis, pertarungan senjata, duel hidup dan mati atas nama kehormatan, pembunuhan dendam 7 turunan atau bisa jadi pembantaian masal. Carok juga selalu sejajar dengan budaya suku Madura, sebuah suku yang konon berwatak keras, temperamental dan arogan (meski tidak semua demikian). Dalam banyak kasus, setiap pembunuhan yang dilakukan oleh suku Madura, maka kata Carok akan selalu muncul. Yang paling mengerikan lagi, carok selalu berdampingan dengan nama sebuah senjata yang disebut Are’=Clurit. Dan yang paling dramatis justru setiap kejahatan, aksi perampokan selalu identik dengan sanjata yg satu ini. Sungguh tragis nasib si Clurit….Namun demikian, benarkah budaya ini berasal dari Madura?…

Carok / Clurit Bentuk Perlawanan Rakyat Jelata
Carok berasal dari bahasa Kawi Kuno yang berarti Perkelahian. Secara harfiah bahasa Madura, Carok bisa diartikan Ecacca erok-orok (dibantai/mutilasi…?). Menurut D.Zawawi Imron seorang budayawan berjuluk Clurit Emas dari Sumenep, Carok merupakan satu pembauran  dari budaya yang tidak sepenuhnya asli dari Madura. Carok merupakan putusan akhir atau penyelesaian akhir sebuah permasalahan yang tidak bisa diselesaikan secara baik-baik atau musyawarah dimana didalamnya terkandung makna mempertahankan harga diri.
Carok juga selalu identik dengan pembunuhan 7 turunan atas nama kehormatan. Tembeng Pote Matah, Angoan Pote Tolang (dari pada putih mata lebih baik putih tulang=dari pada menanggung malu, lebih baik mati atau membunuh). Dendam yang mengatasnamakan Carok ini bisa terus berlanjut hingga anak cucunya. Ibarat hutang darah harus dibayar darah.
Carok juga dilakukan demi mempertahankan harga diri. Misalnya istri diambil orang, maka carok merupakan putusan atau penyelesaian akhir yang akan dilakukan. Mereka akan saling membunuh satu dengan yang lain. Dan uniknya, bagi keluarga yang mengambil istri orang, maka jika dia terbunuh, tak satupun keluarga korban akan menuntut balas pembunuhan tersebut karena mereka memandang malu jika keluarganya sampai mengambil istri orang. Namun sebaliknya, apabila yang terbunuh adalah pihak yang punya istri, maka yang terjadi akan muncul dendam 7 turunan.
Pelaku Carok merupakan pelaku pembunuhan yang jantan atau sportif. Jika mereka telah membunuh, maka ia akan datang ke kantor polisi dan melaporkan dirinya bahwa ia telah membunuh orang. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pembunuh kepada masyarakat sekaligus sebagai bentuk memohon perlindungan hukum. Meski beberapa kasus juga kerap terjadi, mereka menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh lawannya, atau bias pula pelaku yang membunuh namun yang masuk penjara adalah orang lain, istilahnya membeli hukuman. Tentunya hal yang terakhir ini harus ada kompensasinya, yakni si pelaku harus memeberikan semua biaya hidup pada keluarga orang yang telah bersedia masuk penjara atas namanya.

Carok juga selalu identik dengan senjata Clurit. Sebuah senjata yang pada awalnya merupakan senjata untuk menyabit rumput. Madura tidak mengenal senjata tersebut. Sejak masa Raden Segoro hingga Banyak Wide (1269), pangeran Joko Tole (1415) hingga ke masa Cakra Ningrat atau kyai Pragolbo (1531) senjata Clurit masih belum ada. Mereka hanya mengenal senjata tombak, pedang, keris dan panah sebagaimana umumnya prajurit-prajurit kerajaan. Hingga permulaan berdirinya Majapahit yang didukung oleh kerajaan Sumenep, maupun sebelumnya pada masa Tumapel hingga Singasari yang jatuh oleh kerajaan Gelang-Gelang Kediri yang dibantu pasukan Madura, senjata Clurit masih belum ada. Bahkan pada masa penyerbuan ke Batavia oleh Fatahillah yang dibantu pasukan Madura, juga mereka masih bersenjatakan Keris atau yang lainnya (bukan Clurit). Bahkan pada peristiwa Branjang Kawat dan Jurang Penatas, sama sekali tak ada senjata clurit disebut-sebut.
Menurut R.Abdul Hamid, salah seorang keturunan dari Cakraningrat menerangkan, bahwasannya budaya carok merupakan pengejawantahan yang dilakukan oleh masyarakat madura yang dulunya masih banyak yang memiliki pendidikan rendah. namun seiring perkembangan jaman, dimana banyak guru2 impres yang datang ke madura, Carok pun mulai berkurang.
Hanya Calok yang disebutkan dalam babat Songenep. Calok sendiri merupakan senjata Kek Lesap (1749) yang memberontak dan hampir menguasai semua dataran Madura. Senjata Calok juka pernah dipakai balatentara Ayothaya Siam dalam perang melawan kerajaan lain. Pada masa itu yang popular berbentuk Calok Selaben dan Lancor. Konon senjata Calok dibawa prajurit Madura ke Siam sebagai bagian dari bala bantuan kerajaan Madura dalam pengamanan di tanah Siam.
Menurut Budayawan Celurit Emas D.Zawawi Imron, senjata Clurit memiliki filosophy yang cukup dalam. Dari bentuknya yang mirip tanda Tanya, bisa dimaknai sebagai satu bentuk kepribadian masyarakat Madura yang selalu ingin tahu.
Lantas bagaimana kisah sebenarnya?. Sejak kapan istilah Carok dan Clurit ini dikenal? Hingga sekarang ini masih belum ada sebuah penelitian yang menjurus pada kalimat yang berbau sangar ini. Yang pasti, kalimat ini pertama kali dikenalkan pada masa pak Sakerah seorang mandor tebu di bangil-pasuruan yang menentang ketidak adilan colonial Belanda. Dengan senjata Clurit yang merupakan symbol perlawanan rakyat jelata pada abat 18. Kompeni yang merasa jengkel dengan perlawanan Pak sakerah kemudian menyewa centeng-centeng kaum Blater Madura untuk menghadapi Pak. Sakerah. Namuni, tak satupun dari kaum blater tersebut menang dari pak Sakerah. Yang jadi pertanyaan, benarkah pak sakerah sangat pandai bermain jurus-jurus clurit?..tak ada satu sumberpun yang bias menjawab pasti.
Sejak saat itu, perlawanan rakyat jelata dengan Clurit mulai dikenal dan popular. Namun demikian, senjata Clurit masih belum memiliki disain yang memadai sebagai alat pembunuh. Rakyat Pasuruan dan Bangil ketika itu hanya memiliki senjata yang setiap harinya dugunakan untuk menyabit rumput itu. Sehingga kepopuleran Clurit sebagai senjata perang rakyat jelata makin tersebar. Karena itulah Propaganda Belanda untuk menyudutkan pak Sakerah cukup berhasil dengan menggunakan dua istilah yakni Carok dan Clurit.

Tragedi  Bere’ Temor Populerkan Carok dan Clurit
Carok dan Clurit ibarat mata uang logam dengan dua gambar. Istilah ini terus bermetamorfosa hingga pada tahun 70 an terjadi peristiwa yang membuat bulu kudu berdiri. Sayangnya peristiwa yang memakan korban banyak ini tidak terespos media karena pada masa itu jaringan media tidak seheboh sekarang. Sehingga tragedy yang disebut oleh masyarakat Madura sebagai tragedy Bere’ Temor (barat-timur.Red) sama sekali tak pernah mencuat dikalangan umum, namun hanya dirasakan dikalangan orang Madura sendiri.
Peristiwa tersebut merupakan gap antara blok Madura barat yang diwakili Bangkalan dengan Madura Timur yang diwakili Sampang. Konon peristiwa tersebut cukup membuat masyarakat setempat dicekam ketakutan. Karena hampir setiap hari selalu terdapat pembunuhan. Baik dipasar, jalan, sawah atau dikampung-kampung. Saat itulah istilah Carok dan senjata Clurit makin popular.
Pada masa Bere’ temor tersebut beberapa desa seperti Rabesen barat dan Rabesen Timur, Gelis, Baypajung, Sampang, Jeddih dan beberapa desa lain cukup mewarnai tragedy tersebut. Lama tragedy tersebut terjadi hingga keluar dari Madura, yakni Surabaya dan beberapa daerah lainnya.
Menurut H.Abdul Majid, seorang tokoh Madura asal Beypanjung-Tanah Merah yang dipercaya kepolisian kabupaten Bangkalan untuk menjadi pengaman dan penengah Carok se Madura, menerengkan bahwa Carok jaman dulu adalah perkelahian duel hidup mati antara kedua belah pihak yang bertikai. Carok pada masa itu selalu identik dengan duel maut yang berujung dendam pada keluarga berikutnya.
Hafil M, seorang tokoh Madura juga menerangkan bahwa pada masa itu setiap orang yang hendak bercarok akan melakukan satu ritual khusus dengan doa selamatan ala islam kemudian melekan dan mengasah Clurit mereka serta mengasapinya dengan dupa. Keesokan harinya, mereka semua akan menghiasi mukanya dengan angus hitam.
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Mas Marsidi Djoyotruno, seorang pelaku peristiwa menghebohkan tersebut. Menurutnya, pada tragedy gap antara Madura barat dan Madura timur tersebut selalu membawa kengerian, setiap orang yang bertemu meski tidak kenal akan langsung saling bunuh asal mereka dari dua kubu tersebut.tak peduli mereka bertikai atau tidak. Ini semua dilakukan demi harga diri desanya atau yang lainnya. Masih menurut Mas Marsidi, tragadi tersebut cukup banyak menelan korban jiwa. Bahkan menurut seorang pelaku lainnya Abah Ali juga mengungkapkan, tragedy tersebut 1/2nya mirip kasus Sampit. Korban yang terbunuh menumpuk bagai ikan tangkapan di jaring.
Perkembangan disain clurit sendiri baru mulai betul-betul khusus untuk membunuh, diperkirakan pada masa revolosi 1945. Dimana  resimen 35 Joko Tole yang memberontak pada Belanda di pulau tersebut. Belanda yang dibantu pasukan Cakra (pasukan pribumi madura) kerap berhadapan dengan pasukan siluman tersebut. Meski tidak semua pasukan resimen 35 Joko Tole ini memiliki senjata Clurit, namun kerap terjadi pertarungan antara pasukan Cakra dengan resimen 35 Joko Tole ini kedua belah pihak sudah ada yang menggunakan senjata Clurit, meski hanya sebatas senjata ala kadarnya.
Disain clurit yang sekarang ini kita lihat merupakan disain dari peristiwa Bere’ Temor (barat-timur) yang menghebohkan ditahun 1968 hingga 80-an. Pada masa ini disain clurit mulai dikenal dengan berbagai bentuk. Mulai dari Bulu Ajem, Takabuan, Selaben hingga yang lainnya. Dan pada peristiwa tersebut Clurit mulai jadi kemoditi bagi masyarakat Madura.

Pergeseran Budaya Carok
Dewasa ini Carok yang dilakukan oleh saudara-saudara  Madura telah bergeser. Jika dahulu merupakan duel hidup mati dan bisa menyambung terus pada keturunannya hingga ke 7, maka sekarang ini Carok dilakukan secara pengecut. Beberapa kasus yang terjadi justru timbul dengan alasan yang tidak masuk akal. Hanya karena carger poncelnya dihilangkan, seorang saudara sepupu tega membunuh kakaknya dengan keroyokan(bolodewo-surabaya 12/1/2008). Gara-gara adiknya digoda tetangga, seorang kakak membunuh tetangganya dari belakang (Arimbi-surabaya1999). Gara-gara istrinya yang sudah dicerai 4 tahun silam kawin dengan temannya, mantan suaminya mengeroyok suami istrinya tersebut bahkan membunuh sang mantan istrinya (nyamplungan-surabaya 1993).
Carok yang terjadi sekarang berbeda dengan Carok pada masa kejayaannya. Carok yang dilakukan sekarang sistimnya keroyokan yang tidak berimbang. Kadang 1 lawan 3 atau 1 lawan 5. Celakanya lagi carok sekarang kebanyakan menggunakan pembunuh bayaran yang rela masuk penjara atas nama uang yang cuman Rp 100.000,-.. Contoh lagi yang sangat menggemparkan terjadi di tahun 2005 di desa Galis. Ramai tersiar kabar pembunuhan massal karena kalah jadi calon lurah.
Yang membuat esensi Carok menjadi terlihat pengecut justru terjadi apabila yang membunuh masuk penjara, maka yang akan menjadi incaran pembunuhan pihak korban adalah anaknya yang masih usia belasan atau saudara lainnya yang masih ada hubungan darah meski jauh. Dan ini kerap terjadi. Sekarang seorang tewas, maka dalam tempo 5 jam saudara atau keluarga pihak yang membunuh akan tewas dibantai di tempat lain. Karena itu tak jarang apabila seseorang telah melakukan pembunuhan pada orang lain, yang was-was justru keluarga lainnya, karena takut dibantai pula.
Tamperamental watak suku Madura yang keras dengan kondisi pulau yang panas, hampir penuh dengan perbukitan batu gamping dengan kontur tanah yang nyaris tandus dan sedikit sumber mata air, jelas mempengaruhi kondisi fisik maupun watak keras suku ini. Meski tidak semuanya demikian, namun hampei rata-rata berwatak keras dan bersuara lantang kadang suka ngomong yang ngawur.
Omongan inilah yang kerap jadi pemicu terjadinya Carok. Contoh kasus yang terjadi di Jakarta pada tahun 2006. Seorang Madura yang ditagih uang kontrakannya justru menjawab dengan “nanti saya bayar dengan clurit” membuat tuan rumah geram dan membantainya dengan 16 tusukan dan tewas seketika. Ini semua merupakan awal dari carok.
Meski iklim pesantren cukup membuat suasana watak suku Madura dingin, namun hal itu tak bertahan lama. Karena rata-rata para tokoh agamawan di Madura cenderung diam bila bicara soal harga diri. Hampir 90% masyarakat Madura memilih anaknya untuk di pondokkan ke pesantren ketimbang disekolahkan. Hal ini menurut beberapa sumber juga jadi penyebab tingkat pendidikan yang kurang menimbulkan pikiran pendek masyarakatnya. Tak jarang beberapa tokoh agamawan memberikan semacan azimat atau ijazah kepada mereka untuk keselamatan, celakanya yang terjadi justru adalah keselamatan bagi pembunuhnya bukan bagi target yang akan dibunuh.
Namun demikian, sekarang ini seiring dengan intelektual masyarakat madura yang mulai banyak mengerti karena berpendidikan tingga, menjadikan Carok mulai pudar sedikit demi sedikit. Carok yang awalnya bukan budaya Madura, kemudian bermetamorfosa dengan kondisi dan menjadi lekat dengan tradisi Madura, kini sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan oleh generasi mudanya.

Oto’-Oto’ Sarana Mencari Saudara yang Mimbingungkan
Tingkat pendidikan masyarakat Madura memang dipandang sebagai pemicu utama munculnya Carok yang tidak berkesudahan. Hal ini terbukti di daerah Sumenep. Nyaris masyarakat Madura di daerah ini yang merupakan pusat keraton Sumenep pada masa kerajaan Pajajaran, Tumapel hingga Majapahit tidak terdengar soal perselisihan yang mengakibatkan carok. Di Sumenep rata-rata masyarakatnya memiliki pendidikan yang tinggi disamping pengetahuan agamanya yang merupakan wajib dan harus dikuasai. Tingkat kematian atas nama carok didaerah tersebut nyaris tak ada. Asumsi beberapa ahli kriminalitas mengatakan dan berpendapat sama soal yang satu ini. Meski sama-sama suku Madura, namun orang Sumenep jauh lebih modernt ketimbang daerah lainnya.
Ada budaya lain yang pada awal berdirinya merupakan cara saudara-saudara Blater Madura untuk mengurangi pembunuhan tersebut, yakni Oto’-oto’. Sejenis kumpul-kumpul atau perkumpulan dalam rangka mengumpulkan saudara satu kampung yang diisi dengan acara saling membantu satu dengan yang lain lewat sumbangan duit semacam arisan yang merupakan pengikat dari kumpulan ini.
Pada awalnya budaya ini cukup topcer dan mampu meredam Carok. Karena apabila terjadi carok antara satu dengan yang lain, atau antara desa satu dengan yang lain, maka masing-masing tetuah blateran dari otok-otok tersebut akan berkumpul dan bermusyawarah untuk mencari penyelesaian soal carok tersebut. Dan terbukti banyak bermanfaat.
Sayangnya kegiatan ini kemudian bergteser dan bahkan terkadang muncul permasalahan baru. Yakni bagi mereka yang punya utang dari arisan tersebut, bisa timbul carok. Dan ini terjadi dibeberapa kasus. Bahkan tak jarang dari anggota tersebut kemudian kabur menjadi TKI. Celakanya lagi, sang tetuah yang mestinya sebagai penengah, akan ikut-ikutan memburu anggota yang mangkir tersebut. Inilah yang kemudian membingungkan. Karena yang berkembang kemudian, perkumpulan tersebut bukan sebuah ajang yang baik dan bisa jadi penengah, namun justru sebaliknya menambah permasalahan baru.
Kaum Blateran juga turut mewarnai politik kepemimpinan di tanah Madura. Hingga ada istilah yang jadi Klebun/Lurah itu harus dari kalangan Blater, kalau tidak maka akan banyak maling. Namun kenyataannya meski kalangan Blater yang menjadi lurah didesa tersebut, masih banyak yang terjadi maling-maling sapi di desa tersebut.
Banyak klebun Blater tersebut justru sibuk dengan remoh/oto’-oto’ dengan blater lainnya sehingga malas mengurus desanya. Bahkan yang paling parah justru terjadi sebagian lurah memelihara maling sapi untuk mencari keuntungannya sendiri.
Dewasa ini kaum blateran sudah mulai sedikit dan lurah dari kaum blateran sudah mulai terkikis. Hal tersebut terjadi oleh karena tingkat pendidikan mereka yang kini mulai memadai. Selain itu peraturan seorang lurah yang harus lulusan SLTA cukup mendongkrak kredibilitas lurah Madura.

Sistim Pertarungan Ala Carok Madura
Bicara sistim pertarungan ala carok Madura dibutuhkan satu penelitian yang cukup panjang dan melelahkan. Tak hanya penggalian data dari nara sumber yang pernah terlibat langsung, namun juga harus menggali secara langsung kejadian-kejadian di TKP. Sepanjang penelitian yang dilakukan oleh lembaga CV, sistim pertarungan ala carok dewasa ini adalah sebagai berikut :
  1. Mereka akan melakukan satu permainan keroyokan 1:3 atau lebih.
  2. Mereka akan memancing lawannya dengan tusukan pisau cap garpu dari depan. Kadang sengaja untuk ditangkap namun kemudian diperkuat agar saling dorong hingga lawan lengah kadang pula memang ditusukkan secara sungguh-sungguh
  3. Sementara dari belakang bersiap yang lainnya untuk melakukan bacokan mematikan dengan clurit atau calok.
  4. Mereka juga mempersiapkan dan melengkapi dengan berbagai ritual dan azimat dari para kyai.
  5. Yang paling sering adalah bacokan langsung dari belakang kepada lawannya yang sedang lengah.
  6. Nyaris dan sangat jarang terjadi pertarungan carok sistim duel satu lawan satu.

Sumber : tangtungan.com

Ternyata saat peria terutama beberapa suami mengisap payudara wanita (istrinya) bakal memberi faedah mengagumkan ke wanita anda ingin tahu apa saja itu?
 
1. Payudara yg kerap dihisap, keseimbangan system kardiovaskular kewanitaan nya dpt terbangun.
Jika lelaki mengisap Payudara wanita kurun waktu yg lama, jadi degupan jantung wanita dpt bertambah sampai 110 detak/menit.
Hal semacam ini bisa jadi latihan bagus untuk kesehatan jantung.
2. Hisap Payudara juga dpt bikin berat tubuh wanita lebih stabil, bahkan juga menyusut.
Hal semacam ini dikarenakan, payudara yg dihisap sepanjang 3 menit dpt membakar lemak sekitaran 12 kalori.
3. Menginginkan muka lebih kencang? Bila demikian janganlah sangsi utk seringkali dihisap payudaranya.
Dgn dihisap payudara, jadi kian lebih 30 otot muka wanita bergerak, hingga bermanfaat utk tingkatkan aliran darah di kulit muka, serta melembutkan kulit.
4. Sampai kini hisap Payudara dikira sebagai hal yg kurang sopan/tabu.
Namun pada faktaya hisap Pyudara dpt bikin wanita lebih awet muda, mrpkn obat alami yg merangsang system kekebalan badan, akhirnya yaitu produksi antibodi yg dapat membuat perlindungan dari virus. Sistem ini dimaksud cross-imunoterapi.
5. Ketika Payudara dihisap, umumnya nafas wanita jadi lebih cepat.
Rata2 waktu hisap Payudara, wanita bakal hirup serta buang nafas 60 kali dlm satu menit. Walau sebenarnya dlm kondisi normal cuma 20 kali setiap satu menit.
Hirup serta buang nafas seringkali bakal menghindar beragam masalah diparu.
6. Payudara yg dihisap kian lebih 5 menit bakal bikin badan wanita lebih enjoy, bisa membuahkan rantai kimiawi yg bakal menghancurkan beragam hormon penyebabnya stress.
Nah, tunggulah terlebih? Berbagi pengetahuan ini pada pasangan anda saat ini juga! Janganlah negatif dahulu itu semuanya dari pengetahuan kedokteran…
 
Sumber : https://news-daily-24h.blogspot.co.id


Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berhubungan s*ks tiga kali seminggu bisa membantu orang mengamankan karir di tempat kerja. Anda tentu terkejut saat membacanya, bukan? Anda pasti sedang bertanya-tanya apa hubungan antara s*ks dan pekerjaan?
Sebuah studi yang dilakukan oleh Anglia Ruskin University menemukan bahwa orang yang berhubungan s*ks 2-3 kali seminggu digaji 4,5 kali lebih tinggi daripada mereka yang kurang aktif secara s*ksu4l.
Studi yang dilakukan di Inggris ini menggunakan data dari 7.500 pekerja asal Yunani. Pemimpin studi, Dr Nick
Hirarki Kebutuhan Maslow mengklaim bahwa individu yang lebih bahagia dan puas pada hidupnya, menjadi lebih produktif dan sukses dalam pekerjaan, yang diterjemahkan dengan upah yang lebih tinggi.”
Studi ini menyimpulkan seseorang perlu untuk dicintai dan mencintai, baik secara s*ksu4l atau non-s*ksu4l oleh orang lain. Dr Nick menambahkan bahwa bila tidak adanya unsur-unsur itu, seseorang mungkin jadi lebih rentan terhadap kesepian, kecemasan sosial dan depresi – semua faktor yang dapat mempengaruhi karir seseorang.
Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan info ini kepada rekan yang lain ya….

Sumber : https://news-daily-24h.blogspot.co.id/2016/06/