Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Sebuah video mendadak menjadi viral di sosial media facebook karena disebutkan sebagai Ibu Kandung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video tersebut terlihat seorang nenek yang sudah cukup renta bercerita.

Ia menceritakan soal perbuatan Soeharto yang dianggapnya sebagai kekejaman yang luar biasa. Sambil bercerita, Ia turut membawa sebuah tulang yang berusia 32 tahun lamanya. Melanjutkan ceritanya, Ia menuturkan kalau Indonesia punya banyak sekali tulang seperti yang dibawa olehnya.
Sambil menangis tersedu-sedu, nenek tersebut juga menceritakan tentang kisahnya yang pernah dipenjara selama 20 tahun. Pada masa itu merupakan masa yang sangat berat baginya. Ia merasak tidak merasakan hidup waktu itu. Adapun video berdurasi 1 menit lebih itu diposting oleh seorang netizen bernama Ahmad Mukti Tomo.

Dalam videonya tersebut, Ia juga menuliskan berupa caption yang menyatakan bahwa nenek tersebut adalah Ibu dari Presiden Jokowi yang Asli. Sontak saja, video ini langsung membuat banyak netizen mengeluarkan pendapat yang beragam. Ada yang menghujat, ada pula yang menanyakan kebenaran video ini.

IBU nya JOKOWI YANG ASLI
Ini Ibu Sulami (GERWANI-PKI), emak kandungnya Jokowi sewaktu masih hidup dalam pembuatan video pembongkaran “kuburan PKI” dalam rangka balas dendam kepada Pak HARTO (orde baru). Artinya,Sekarang Indonesia di pimpin anak aktivis PKI yang dulu sebagai pembantai umat islam !!! JOKOWI HARUS LENGSER SEGERA !!! ,Bila Tidak menghendaki Indonesia semakin Haancuur…..

Lebih jelasnya tonton video dibawah ini:
 
Sampai dengan saat ini, belum ada kejelasan tentang video ini. Bagaimana menurut Anda?
[tx]

AKTUAL-Sarman, 78 tahun, jemaah umrah asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dikabarkan telah divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara.  Tentu saja, informasi tersebut tidak saja mengejutkan keluarga, namun juga travel yang memberangkatkannya, PT Anamira.

Salah seorang cucu Sarman, Ahmad Asmui menjelaskan bahwa kakeknya memang sering pelupa sehingga kerap bingung jalan pulang.

“Dari keterangan teman sekamarnya di pemondokan, kakek saya dibawa orang tak dikenal dengan ciri fisik berkulit hitam. Sayangnya tanpa pikir panjang dia mau dan itulah yang terjadi. Baru satu hari di Mekkah, beliau sudah hilang,” terang Asmui melalui pesan singkatnya kepada NU Online, Ahad (3/7/2016) di Rembang.

Menurut Fitri, salah satu pimpinan PT Anamira, selama ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan meminta bantuan Konsulat Jenderal Kementerian Luar Negeri di Arab Saudi dan Kementerian Agama untuk segera membebaskan jemaahnya tersebut.

“Tapi, sayang seribu sayang, kami sudah sering mengeluh dan memohon bantuan pemerintah terkait dalam hal ini Konsulat Jenderal Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama. Jawabannya hanya bilang akan dibantu. Akan dibantu. Itu aja,” jelas Fitri. Keterangan ini ia sampaikan pertengahan Mei 2016 lalu.

Faktanya, lanjut Fitri, sampai sekarang setelah divonis, Sarman sama sekali tidak mendapat bantuan hukum. Menurut Fitri peristiwa ini bermula saat Sarman pergi umrah akhir November tahun 2015 lalu. “Baru sehari di sana, dia tersesat selama dua jam. Kami pun sibuk mencari Pak Sarman, sebab disamping sudah lanjut usia, beliau sering mengalami lupa ingatan. Setelah kami cari ke sana kemari, akhirnya Askar (polisi Arab Saudi) menemukannya sedang bersama dengan seorang pria Yaman di dalam toilet,” terangnya.

Ia kembali menyampaikan, polisi Saudi yang menemukan itu kemudian membawanya ke kantor polisi untuk diinterogasi. Menurut penuturan Fitri, Polisi Saudi menuduh Pak Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, berdasarkan bukti rekaman CCTV saat Pak Sarman di bawa oleh pria Yaman itu ke toilet dan di dalam toilet cukup lama sekitar hampir satu jam. Selama proses hukum tersebut berjalan, Pak Sarman tidak mendapat bantuan hukum apapun dari Konjen, ini yang kami sesalkan. 

“Sebab, kasus ini janggal, mana mungkin orang serenta itu bisa berbuat begitu. Kami dan keluarga yakin pak Sarman tidak bersalah. Jadi, kami mohon Presiden Jokowi untuk segera memberikan bantuan hukum upaya pembebasan jemaah lanjut usia ini. Tolong kami Pak Presiden….,” tuturnya lagi dengan terbata-bata. [ts]

Putra bungsu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep kembali membuat heboh dengan meluncurkan video lucu di channel youtube miliknya. Kali ini, Kaesang melakukan adu panco dengan bapaknya tersebut.

Di dalam video dengan durasi 1 menit 37 detik ini, Presiden Jokowi menantang Kaesang untuk bisa melakukan adu panco, walaupun begitu, Ia mengakui bahwa badan Kaesang memang jauh lebih besar.
“Badan gede begini, nih, lihat bapak, lebih kecil tapi berani diadu kuat sama yang lebih besar,” ucap Jokowi

Kaesang yang memang dari awal terlihat siap pun menerima tantangan dari sang Bapak dengan gaya meremehkan.

“Ah, ini sih aku tinggal sambil instragam bisa ini, udah Pak, jangan dipaksa, udah Pak, nanti encok lho,” ucap Kaesang dengan nada menyepelekan.

Akhirnya, Kaesang pun mengakhiri adu panco itu karena menganggap Jokowi tidak bisa melanjutkannya. Jokowi melakukan protes karena Kaesang tidak ingin melanjutkannya, lalu berpesan kepada putra bungsunya tersebut.

“Yang besar itu belum tentu yang paling kuat, yang besar itu yang tinggi kesabarannya, yang besar itu yang tinggi kesalehannya,” jelas Jokowi.

Selengkanpnya silahkan tonton video dibawah ini:

LUBUKLINGGAU - Nasib sial menimpa Sulaiman alias Leman (56) warga Jalan Garuda Hitam RT 3, kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, ia terpaksa berlebaran di dalam sel tahanan Mapolres Lubuklinggau, karena mencuri sapi milik Sarno (65) warga Jalan Kamboja RT 3 No 46 Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II sekira pukul 04.00 WIB.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo, didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin mengatakan, kejadian bermula saat tujuh orang pelaku melakukan aksi pencurian sapi milik korban, pada saat para pelaku akan membawa kabur sapi curian itu aksi diketahui oleh salah satu warga bernama Nanang dan berusaha menghentikan aksi mereka.

Namun, pelaku justru menodongkan dan mengancam dengan senjata api. Karena takut Nanang akhirnya hanya bisa melihat para pelaku membawa hasil curiannya. Setelah merasa aman, Nanang kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.

"Atas kesigapan anggota satreskrim yang menerima laporan pencurian sapi tersebut, langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan berusaha mengejar para pelaku. Dan kurang dari 1x24 jam berhasil mengerbek salah satu pelaku kyang akan memotong hewan hasil curian itu, di sebuah gudang di Jalan Garuda Hitam. 6 pelaku berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian, sedangkan 1 pelaku Leman berhasil dilumpuhkan." ujar Ari, Minggu (3/7/2016).

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan dua ekor sapi, satu unit mobil pick up, satu pucuk senjata api rakitan laras pendek, empat butir amunisi kaliber 38, dua alat hisap sabu, enam butir amunisi cis, 14 kantong plastik berisi putas, satu buah kunci roda, dan satu tas warna hitam. Kini tersangka diamankan di Mapolres Lubuklinggau guna penyidikan lebih lanjut.

"Sebelumnya, tersangka juga telah melakukan aksi pencurian sapi di Kota Curup, Kota Kepahiyang Provinsi Bengkulu. Dan berhasil menjual tiga ekor sapi," pungkas Ari.[tx]

Sedikitnya 78 tewas dan 160 orang luka-luka akibat bom bunuh diri yang meledak di distrik perbelanjaan tersibuk di pusat Baghdad | (Reuters)
BAGHDAD - Para pejabat Irak mengatakan, sebuah bom bunuh diri yang dilakukan oleh anggota kelompok ISIS telah menewaskan sedikitnya 78 orang. Bom meledak di distrik perbelanjaan yang sibuk di pusat kota Baghdad.

Selain menewaskan puluhan orang, serangan bom bunuh diri itu juga menyebabkan 160 orang terluka dalam serangan di daerah Karrada pada Minggu (3/7/2016) pagi, seperti dikutip dari Sky News.

Peristiwa ini adalah pengeboman tunggal paling mematikan di Baghdad tahun ini. Banyak warga Baghdad yang pergi ke daerah Karrada untuk berbelanja jelang liburan untuk menandai akhir bulan Ramadhan.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke dunia maya, mereka mengaku serangan itu ditujukan kepada kelompok Syiah. Namun pernyataan ini tidak bisa diverifikasi secara independen.

Pengeboman di Baghdad terjadi setelah pasukan Irak berhasil merebut kembali Fallujah dari tangan ISIS. Keberhasilan ini adalah sebuah terobosan dalam perang melawan kelompok ekstrimis itu.[ts]

BOGOR - Seorang mahasiswa bernama Adnan Tri (23) ditangkap polisi usai menembak sopir angkot Sapri Sidik (32) dan penumpangnya Soleha di Jalan Raya Mayjen Ibrahim Adji, Kelurahan Sindang Barang, Kota Bogor. Adnan mengaku mendapatkan senjata itu dari rekannya di Bandung, Jawa Barat.

Kapolsek Bogor Barat Kota Bogor, Kompol Indraningtyas mengatakan, dari pemeriksaan sementara diketahui bahwa senjata api yang digunakan pelaku dibelinya dari rekannya di Bandung seharga Rp5 juta.

"Senjata api yang digunakan pelaku ilegal. Pelaku ini membeli senjata dengan harga Rp5 juta tiga bulan lalu dari seorang temannya di daerah Bandung," kata Indraningtyas, Minggu (3/7/2016).

Ia menambahkan, senjata api yang dimiliki Adnan berupa pistol jenis CIS Revolver dengan lima butir peluru berkaliber 22 milimeter. Kepala polisi, pelaku mengaku sengaja membeli senajata dengan alasan untuk menjaga diri.

"Pelaku mengaku membeli (senjata) untuk berjaga-jaga. Saat pertama dibeli, senjata ini berisi lima peluru. Satu peluru sudah digunakan saat coba-coba dan satu peluru lagi digunakan saat menebakkan korban kemarin," tutur Indranigtyas.

Adnan kini sudah ditahan di Mapolsek Bogor Barat dan akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang penggunaan tanpa izin. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara atau maksimal seumur hidup.

"Kita masih mintai keterangan lebih lanjut lagi di Mapolsek dan kita masih telusuri rekan pelaku yang berada di Bandung untuk mengetahui senajata api ini berasal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Adnan dibekuk polisi lantaran nekat menembak seorang sopir angkot Sapri Sidik hanya karena tidak terima kendaraannya disalip korban saat mengambil penumpang di Jalan Raya Mayjen Ibrahim Adji, Kelurahan Sindang Barang, Sabtu 2 Juli 2016 sekira pukul 23.30 WIB. Proyektil peluru dilepas pelaku juga melukai seorang penumpang angkot, Soleha. Kedua korban sudah di rawat di RSUD Kota Bogor. [tx]

Sebuah video yang diunggah ke media sosial baru-baru ini telah mengejutkan warga di dunia maya. Betapa tidak, dalam video tersebut menunjukkan seorang wanita hamil tengah memandikan nenek-nenek sembari sesekali dijambak dan dipukuli dengan gayung. 
Dalam video yang berdurasi 3 menit 48 detik yang diunggah oleh Joice Yalina Joe di Facebook, hari Selasa (21/6), tampak seorang nenek renta duduk di atas kursi plastik berwarna hijau dimandikan oleh seorang wanita hamil mengenakan daster biru yang diklaim sebagai cucunya sendiri.
Namun tak hanya membantu mandi si nenek, wanita hamil tersebut tak segan-segan menjambak, menjewer bahkan beberapa kali terlihat memukul kepala wanita tua tak berdaya tersebut. Apa daya, sang nenek tak mampu melawan. Selain itu, dalam postingan Joice pun menambahkan bahwa selain disiksa, nenek ini tiap hari dijemur dipinggir kali.
    Mohon di bantu teman2, nenek ini di siksa oleh cucu nya yang sedang hamil itu, tiap hari di jemur di pinggir kali, kemarin saya dan teman-teman ke rumah nenek tsb, kami mau membantu nenek itu, tapi tidak tau harus di laporkan kemana? thanks

Salah seorang netizen bernama Meyhanie Sweet mengklaim bahwa lokasi video kekerasan terhadap orang tua ini terjadi di daerah Bhakti Tanggul, Tanah Pasar Pluit, Jakarta Utara. Tepatnya persis di pinggir kali.
    Bhakti tanggul .. Tanah pasar pluit… Pinggir kali.. Deket sumur itu persis rumah nya.
Kini, postingan video nenek disiksa cucu ini telah dibagikan sebanyak 7,575 kali, dan telah mengundang setidaknya lebih dari 1300 komentar semenjak beredar di media sosial. Tak sedikit netizen yang merasa geram akan kelakukan wanita hamil yang menyiksa tanpa manusiawi kepada neneknya sendiri.
“Dimana sih alamatnya,sini biar kita bls ketok2 palanya tuh siperut buncit! Mau beranak kelakuan iblis ky gt. Nnt klo tua dia akan lbh parah diperlakukan sm cucunya liat aja, perempuan laknat yg durhaka! Subhanallah,, org tua sprti itu hrsnya dirawat dgn baik sprti bayi.” kata Siska Andreini.
“Jgn salahin yg ngerekam, dibalik kamera mungin dia jga menangis/geram dalam hatinya. justru karna dia (yg ngerekam) kita diingatkan untuk tidak bertindak seperti cucu yg durhaka. memang mengurus nenek itu tidak mudah, harus banyak bersabar. kita doa kan saja untuk si cucu, mudah2 an banyak rejeki untuk nyenengi neneknya. munhkin karna ketidak mampuan akan materi mengubah sisi kemanusiannya luntur.” kata Oso Boutiq.
“Itu tanah pasir bahkti tanggul pinggir kali rt 007/007 rumah nya yg persir deket sumur… Kamu kalo ini lewat aja dia suka di jalanan jam 8 atau 9 pagi.” ucap Mathius Fitzgerald.
“Ya ALLAH ya Tuhan…tolonglah nenek tsb, angkatlah ketempat yg sesuai Dan penuh kedamaian. Ayo tolonglah saudaraku. Yang terdekat segera koordinasikan dengan aparat setempat. Miris Dan sedih sekali Saya melihatnya. Itu perempuan Klu nggak Mau urus matiin aja…aduhhh sedih nglihatnya.” pungkas Anton Wahyoedi.
Selengkapnya silahkan tonton video ini :

JAKARTA - Untuk mewujudkan pembangunan Masjid Istiqlal  butuh perjuangan ekstra. Setelah ditetapkan pembangunan masjid di atas Taman Wihelmina butuh kerja keras terlebih dahulu yang dilakukan rakyat bersama TNI (ABRI-saat itu).

Kepala Bagian Protokol dan Pelayanan Wisata Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam menuturkan, di Taman Wihelmina terdapat bekas benteng yang harus dibongkar terlebih dahulu bila ingin membangun masjid. Pada tahun 1960, seluruh rakyat bersama ABRI melakukan kerja bakti untuk membersihkan bangunan benteng tua yang sudah tidak terpakai.

Barulah pada 24 Agustus 1961, tiang pancang untuk fondasi Masjid Istiqlal ditancapkan. “Saat itu Bung Karno yang memimpin
pemancangan tiang pertama. Beliau juga menjabat kepala bidang teknik dalam kepanitiaan pembangunan Masjid Istiqlal,” tutur Abu kepada Sindonews beberapa waktu lalu.

Abu menjelaskan, pembangunan Masjid Istiqal tidak lah mulus terdapat sejumlah hambatan terkait dinamika politik yang terjadi di
Jakarta. Bahkan, pada saat peristiwa G30 S/PKI sekitar tahun 1965, pembangunan Masjid Istiqlal sempat berhenti.

Jabatan Bung karno sebagai koordinator panitia nasional Masjid Istiqlal digantikan oleh Idham Chalid. Sejak saat itu pula, Menteri Agama KH M Dahlan mempelopori pengumpulan dana pembangunan masjid.

Meskipun mendapatkan halangan, masjid yang rencananya selesai pembangunan hingga berpuluh-puluh tahun itu, akhirnya bisa diselesaikan secara keseluruhan dalam kurun waktu 17 tahun.“Bangunan utama dapat selesai dalam waktu 6 tahun tepatnya pada 31 Agustus 1967 dan sudah dapat digunakan. Secara keseluruhan pembangunan Masjid Istiqlal diselesaikan dalam kurun waktu 17 tahun. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978,” ujar Abu. [ts]

JAKARTA - Lima orang pemuda berinisal AA (16), RK (18), AK (19), PK (19) dan MD (18) harus mendekam di Mapolsek Palmerah lantaran telah melakukan penganiayaan terhadap KR (17) di depan Masjid Darul Ulum, Jalan Batu Sari, Palmerah, Jakarta Barat.


"Kejadiannya terjadi menjelang sahur pada Rabu 29 Juni 2016 dan pelaku ditangkap semalam," kata Kanit Reskrim Polsek Palmerah AKP Poltar L Gaol, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (30/6/2016).

Poltar menerangkan kejadian tersebut dipicu karena saling ejek antara kelompok pelaku dan korban yang saat itu sedang berjalan dengan teman-temannya. Akibat ledekan tersebut, kelima pelaku langsung mengejar korban yang saat itu tertinggal dari rombongan temannya.

"Pelaku AA yang membacok korban dengan pedang dan RK menyabet korban dengan celurit. Ketiga lainnya menangkap korban yang sedang lari," paparnya.


Usai kejadian aparat Polsek Palmerah bersama Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kelima pelaku. Kini, kelimanya berada di Mapolsek Palmerah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedangkan korban dirawat di RS Pelni. [tx]

KEDIRI - Selain menyodomi keponakannya yang berusia 2,5 tahun, Sentot Yunanto juga ternyata mengoleskan balsem dan menusuk anus korban dengan menggunakan solder dan obeng hingga tewas. 

Dalam pemeriksaan polisi, Sentot mengaku dirinya juga menganiaya korban dengan menyundut rokok, serta mengoleskan balsem dan menusuk anus korban dengan menggunakan solder panas dan juga obeng sedalam empat centimeter.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wibowo mengatakan, dari hasil autopsi korban, pada tubuh korban ditemukan luka akibat benda tumpul yang menyebabkan tengkorak kepala korban pecah, serta ada bekas kekerasan seksual pada bagian anus.

"Selain itu juga ada bekas sundutan rokok, serta pukulan pada bagian kepala korban sebanyak empat kali menggunakan palu," katanya, kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Wibowo menambahkan, pihaknya berencana akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka. Selain itu, polisi juga akan membuka posko pengaduan untuk menampung jika terdapat korban–korban lain dari tersangka.[tx]

Jakarta - Akibat ulah segelintir suporter Persija Jakarta atau Jakmania, Brigadir Hanafi mengalami luka serius. Anggota Brimob Polda Metro Jaya itu dikeroyok saat mengamankan laga Persija Jakarta kontra Sriwijaya FC, di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat malam 24 Juni lalu.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, kondisi kesehatan Brigadir Hanafi yang sempat kritis di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur itu berangsur membaik.

Kini Brigadir Hanafi dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, untuk menjalani operasi akibat luka parah di bagian mata dan wajahnya.

"Kemarin jam 5 sore sudah dievaluasi oleh RSPP. Mata kirinya diangkat karena sarafnya putus, kemudian mengering, otomatis harus diangkat," kata Awi di Mapolda Metro Jaya‎, Rabu (29/6/2016).

Awi menyesalkan tindakan anarkis yang dilakukan sejumlah Jakmania, saat menyaksikan laga tim kesayangannya. Apalagi, yang menjadi korban adalah polisi yang menjaga kelancaran jalannya pertandingan Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC.

"Dengan berat hati anggota kita harus kehilangan mata kirinya," ucap dia. Sementara, korban lain akibat kericuhan Jakmania yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati adalah Brigadir Supriyadi. Namun, tim medis telah mengizinkan dia pulang, karena lukanya berangsur membaik.

‎"Yang lain masih penyembuhan saja. Tinggal anggota kita, lalu lintas dan Sabhara Polres Jakarta Pusat yang kemarin jarinya patah. Lalu anggota lalu lintas yang dadanya sesak, itu masih nyeri," jelas Awi.

Kerusuhan suporter saat pertandingan Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC ini pecah, saat pertandingan memasuki menit ke 81. Kericuhan tersebut merupakan buntut dari kekalahan Persija Jakarta atas gol tunggal Sriwijaya FC.

Kondisi chaos juga dipicu ulah seorang suporter yang melompati pagar pembatas, dan memaksa masuk ke lapangan. Aksi itu kemudian diikuti suporter lainnya. ‎Bahkan, beberapa suporter terlibat bentrok dengan personel kepolisian yang berjaga. Kendaraan polisi juga tak luput dari amukan massa Jakmania. [tx]

SUQIAN – Percekcokan antar sepasang suami-istri (pasutri) di China, berujung penggorokan di sebuah gerbang sekolah di Suqian, Provinsi Jiangsu, China.

Sang suami yang diketahui bernama Yan, dengan sadis dan tega menggorok leher istrinya dan sempat berusaha kabur, meski akhirnya dilumpuhkan dan ditahan sejumlah warga sekitar hingga datangnya aparat polisi.

Menurut laporan saksi mata sebagaimana dikutip Daily Mail, Kamis (30/6/2016), Yan dan istrinya awalnya sempat terlibat adu mulut, kala menunggu putri mereka yang tengah bersekolah di gerbang depan sekolah.

Tiba-tiba ketika adu argumen itu mencapai klimaksnya, Yan mengeluarkan benda tajam dan menggorok leher istrinya sendiri.

Yan berusaha kabur setelah kejadian itu. Tapi beberapa warga menahannya, hingga polisi datang untuk membawa Yan ke jeruji tahanan. Kejadian tersebut sempat direkam kamera foto beberapa saksi.

Saat ini Yan masih dalam proses investigasi. Sementara sang istri yang buru-buru dilarikan ke rumah sakit, hingga saat ini belum diketahui kondisinya, apakah selamat atau meninggal. [tx]

Ilustrasi (Foto: Dok. Aktual)
TANGERANG SELATAN - Dua kawanan diduga pelaku begal beraksi di Jalan Komplek Depag, Kedaung, Tangerang Selatan, Rabu 29 Juni 2016.

Pelaku bernama Nurcholis Madjid (20) dan Leppy, membuntuti korbannya yang merupakan dua orang bocah di bawah umur sedang mengendarai dua buah sepeda motor yang mengarah ke Jalan Komplek Depag, Kedaung.

Saat tiba di tempat sepi, pelaku yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor itu langsung memepet korban. Leppy yang bertugas sebagai eksekutor mengacungkan pisaunya ke arah bocah tersebut sambil mengeluarkan kalimat ancaman.

Kepala Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri menuturkan, ketika diancam oleh pelaku, korban justru makin menambah kecepatan sepeda motornya dan berusaha menghindar.

"Saat sampai di depan sebuah warnet, korban langsung teriak-teriak minta tolong," kata Mansuri.

Warga yang mendengar teriakan itu segera berdatangan dan langsung mengejar dua begundal yang spontan memutar arah sepeda motornya untuk melarikan diri.

Kebetulan, tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada petugas kepolisian yang sedang patroli rutin. Mengetahui sedang terjadi tindak kriminalitas, petugas pun bergegas ke lokasi dan ikut memburu para pelaku.

Sial bagi Nurcholis dan Leppy, karena panik motor yang dikendarainya menabrak tanggul jalan hingga mereka jatuh terjungkal. Tak mau tertangkap, selanjutnya kedua pelaku itu pun kembali mengambil langkah seribu dan bersembunyi di semak-semak.

"Seorang pelaku berinisial NM tertangkap saat sembunyi di semak-semak," ungkap Mansuri.

Petugas langsung menggelandang Nurcholis Madjid ke kantor polisi guna dilakukan penyelidikan, sedangkan seorang pelaku lainnya, Leppy, masih dalam pengejaran. [tx]

Ilustrasi tawuran mahasiswa (foto:Istimewa)
MEDAN - Dua kubu mahasiswa Fakultas Hukum dan Teknik Mesin Universitas HKBP Nommensen Medan, terlibat tawuran. Pemicu tawuran diduga akibat kalah dalam permainan futsal.

Belum diketahui adanya korban luka akibat tawuran ini. Namun puluhan mahasiswa yang diduga akan melakukan penyerangan berhasil diamankan polisi, beserta sejumlah barang bukti senjata tajam dan tumpul.

Akibat tawuran tersebut, Jalan Sutomo Medan terpaksa ditutup dan dialihkan. Aparat kepolisian lalu menyisir ke sekitar lokasi kampus, dan menemukan puluhan mahasiswa yang diduga akan melakukan penyerangan.

Polisi kemudian menggeledah tas milik mahasiswa, dan menemukan beberapa senjata tajam dan tumpul, yang disimpan di sekitar lokasi. Polisi kemudian melakukan koordinasi dengan pihak rektorat dan melakukan sweeping di dalam kampus.

Dari hasil sweeping, petugas tidak menemukan mahasiswa maupun senjata tajam. Menurut petugas kepolisian, tawuran antar Fakultas Hukum dan Teknik Mesin ini dipicu pertandingan futsal.

Sebelumnya, kedua kubu mahasiswa juga terlibat tawuran pada Selasa 29 Juni 2016. Hanya saja, pemicunya karena seorang mahasiswi dari salah satu fakultas digodain oleh sekelompok mahasiswa.

Senjata tajam dan tumpul yang ditemukan, bersama puluhan mahasiswa langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses pemeriksaan. Pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pihak kampus agar tawuran tidak terjadi kembali. (tx)

MYANMAR—Sejumlah warga Budha yang radikal dilaporkan merusak sebuah masjid di di Thuye Tha Mein, Provinsi Bago, Bangkok, Kamis (23/6/2016). Penyerangan ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan pendapat tentang pembangunan sekolah Islam di wilayah ini. Demikian dilansir oleh Tribune, The Express. Masjid tersebut kini berada dalam kondisi rusak parah.

“Sejumlah warga Buddha merusak masjid dan membuat penduduk muslim di sana ketakutan,’’ kata seorang pejabat polisi.
Warga muslim di wilayah itu sendiri akhirnya segera terpaksa melarikan diri ke kantor polisi, karena khawatir menjadi sasaran amuk massa yang beringas. Di antara yang mengungsi terutama perempuan dan anak-anak. Sampai hari kemarin, warga Muslim masih menginap di kantor polisi.

“Semua berawal dari perdebatan dua warga yang kebetulan beragama Islam dan Buddha. Pria muslim dan perempuan Buddha itu akhirnya terlibat adu mulut. Warga lantas berdatangan untuk membela si perempuan,’’ terang Hla Tint, pejabat setempat kepada media.
Menurut dia, saat itu warga yang membela si perempuan lantas terlibat dalam perseteruan. Ujung-ujungnya, para pria itu saling pukul.

Tidak lama kemudian, sekitar 200 pria mendatangi kawasan yang penduduk mayoritasnya muslim tersebut. Mereka langsung menuju masjid yang ada di sana. Tanpa bisa dihalangi, para pria itu merusak masjid.

“Sebagian masjid rusak parah. Massa juga merusak pagar di makam muslim yang terletak tidak jauh dari masjid,’’ terang Hla Tint lagi.

“Kami harus bersembunyi karena ada ancaman untuk membunuh muslim. Saya belum pernah mengalami ketakutan yang seperti ini,’’ ujar Tin Shwe Oo—salah seorang warga Muslim Myanmar. Dia bertekad tidak akan pulang ke rumah sebelum semua benar-benar aman.

Kini, masjid yang rusak itu disegel. Kemarin polisi masih menginvestigasi lokasi kejadian. Penyelidikan awal menyebutkan bahwa massa yang merusak masjid itu berasal dari Thayethamin. Sejauh ini, belum ada satu orang pun yang diamankan polisi.

“Semua sudah terkendali. Tapi, kami memang belum menetapkan tersangka,’’ ujar Kolonel Zaw Khin Aung, dari Kepolisian Nasional Myanmar.

Laporan tentang pelaku pemukulan terhadap pria muslim yang cekcok dengan perempuan Buddha itu juga sedang ditindaklanjuti. Aparat mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terpancing rumor agar tidak timbul konflik yang lebih besar.

Kejadian memilukan menimpa Melati (bukan nama sebanarnya). Di usianya yang belum genap 13 tahun, siswi salah satu SD di Wonosalam, Jombang, Jatim itu diperkosa lima pemuda di lingkungannya sendiri.

Yang lebih miris, dia pun hamil dan akan melahirkan usai lebaran nanti.

Dengan didampingi ibunya,

Melati menceritakan kejadian demi kejadian yang dialaminya hingga hamil di usia yang Agustus nanti baru genap 13 tahun.

Melati tidak ingat betul waktu kejadiannya.

Yang dia ingat hanyalah kali pertama diperlakukan tak senonoh saat pulang sekolah. Dia tinggal sendirian di rumah.

”Ibu dan bapak keluar,” tuturnya.

Saat kondisi rumah sepi, salah seorang pelaku berinisial IM,19, tiba-tiba menghampirinya di rumah. Selanjutnya, dengan sikap memaksa, IM menjatuhkan Melati hingga terjadilah persetubuhan itu.

”IM yang pertama kali. Saat itu saya diancam dan tidak boleh bilang ke bapak,” ucapnya polos.

Selang beberapa waktu kemudian, dia kembali diperkosa. Pelaku kedua adalah Ars,18, teman IM. Meski tak ingat betul, tapi dia mengaku pemerkosaan yang kedua dilakukan di luar rumah.

”Tidak di rumah, tapi di kebun,” ungkapnya.

Tak sampai di situ, lagi-lagi Melati terpaksa harus melayani nafsu teman IM lainnya. Kali ini giliran Ar, 19. Seperti kejadian sebelumnya, Ar juga sempat mengancam sebelum menikmati tubuh Melati.

Selanjutnya, giliran Hr, 18, yang memaksa Melati berhubungan badan disusul pelaku terakhir Ub, 18.

”Mereka memang sering terlihat bersama. Rata-rata droup out. Tidak sampai lulus,” sambung MYN, ayah korban. (ke)

BANDUNG - Satu pelajar di Kampung Saar Genggong RT 03/07, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat tewas dan tiga temannya sekarat akibat mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan.

Keempat korban yang masing-masing berinisial FF (17), RAA (14), DFF (14), dan SM (14)  secara bersama-sama nekat meminum miras oplosan hasil racikannya.


"Mereka mencampur alkohol 70% yang dicampur dengan obat batuk cair komix 8 sachet, obat Dextro MP dan Minuman Suplemen Power F," kata Kapolsek Cililin AKP Dedi T Sunarya.

Menurut Dedi, keempat korban yang meminum miras oplosan pada hari Sabtu 25 Juni di Kampung Saar Genggong RT 01/08, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin. Namun  keesokan harinya mulai bertumbangan.

Diawali oleh FF yang mengalami muntah-muntah darah sekitar pukul 16.00 WIB yang saat itu langsung dilarikan ke RSUD Cililin.

Kemudian, lanjut Dedi, tak lama berselang secara berturut-turut korban lainnya pun mengalami hal yang sama dan dilarikan ke rumah sakit.

Dari ke semua korban, FF dinyatakan tewas, sementara korban DFF dan RAA hingga saat ini masih mendapatkan perawatan. Sementara untuk korban SM kondisinya masih cukup kritis.

"Semua korban yang meminum oplosan langsung mengalami pusing dan muntah-muntah," katanya.

Guna penyelidikan lebih dalam, kata Dedi, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melakukan pengecekan di rumah yang dijadikan tempat pesta miras oplosan tersebut.

"Kami masih lakukan pemeriksaan di TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mengumpulkan barang bukti," pungkasnya.[tx]

BOGOR-Satu keluarga di Kampung Citereup, RT 3 RW 6, Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas di dalam rumah, Sabtu (25/6/2016).

Korban adalah Lantono (suami), Fatma (istri), Marsya Laudya (anak), Alldryan Marcellino (anak), dan Tegar (keponakan).

Kepala Polsek Gunung Sindur Kompol Agus Suyadi mengatakan, dugaan sementara, satu keluarga itu tewas karena keracunan gas dari asap yang keluar dari mesin genset di dalam rumahnya.

Menurut saksi mata, kata Agus, peristiwa itu berawal ketika kawasan Gunung Sindur mengalami padam listrik. Untuk membantu penerangan, Lantono kemudian menghidupkan genset yang disimpan di ruang dapur.

"Mereka kemudian langsung tidur sesudah menyalakan genset. Sampai akhirnya ditemukan sudah meninggal. Diduga akibat keracunan gas yang keluar dari mesin genset itu," ucap Agus.
Kelima korban, lanjutnya, ditemukan tewas di tiga lokasi berbeda di dalam rumah. "Lantono ditemukan di ruang tamu, Fatma di kamar mandi. Sedangkan dua anak korban dan keponakannya ditemukan di kamar tidur," jelasnya.

Agus menambahkan, kelima korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawa mereka tak dapat tertolong dan meninggal saat tiba di rumah sakit.

"Keluarga korban sudah pasrah dan menganggap ini sebagai musibah. Sudah membuat pernyataan dan menolak visum," tutur Agus. 

"sumber" 

Sebuah Distro atribut Jakmania di Utan Kayu, Jakarta Timur, ternyata juga dirusak sejumlah orang tak dikenal, Sabtu (25/6) malam. Kejadian tersebut persis setelah hal yang sama menimpa Toko Crazy Orange Distro (menjual atribut Jakmania juga) di Rawasari, Jakarta Pusat.

Berdasarkan akun twitter @Jak_UtanKayu, kerusakan outlet yang berada persisnya di Outlet Utan Kayu Multi Etnis, Jalan Galur Timur, Jakarta Timur, sekitar pukul 23.00 WIB.

"Terjadi penyerang di Outlet Utan Kayu Multi Etnis entah siapa pelakunya #SaveOtletMultiEtnis @JakmaniaOnTweet @JakOnline," tulis akun twitter @Jak_UtanKayu, Sabtu (25/6).

Dalam tulisan tersebut, disertai pula dengan gambar lokasi kejadian yang memang nampak berantakan dengan kayu-kayu berserakan. Namun belum diketahui apakah ada korban seperti kejadian sebelumnya di Rawasari atau tidak.

Selain itu, nampak akun twitter @Jak_UtanKayu mengunggah postingan Facebook milik Cornelius Fransiscus Sinaga yang berisi 'Ini belum seberapa The Jack!! Tunggu surprise kami lagi nanti malam'.

Postingan tersebut pun ditanggapi oleh @Jak_UtanKayu 'Oh ini kejutannya ancurin outlet'.

Hingga kini, belum diketahui siapa yang melakukan perusakan outlet tersebut, apakah sama dengan pengerusakan outlet di Rawasari atau apakah memang pelaku pengerusakan tersebut orang yang memposting ancaman di Facebook itu.

Sebelumnya, sebuah Distro kaos dan souvenir atau atribut Jakmania, suporter Persija diserang oleh 10 orang tak dikenal, Sabtu (25/6) malam. Akibat kejadian tersebut, satu anggota Jakmania mengalami luka tusuk.

"Tiga orang mengalami luka, salah satunya terkena luka tusuk," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno saat dikonfirmasi, Minggu (26/6) dini hari.

Suyatno mengungkapkan, kejadian tersebut berawal sekira pukul 21.30 WIB tepatnya di Toko Crazy Orange Distro di Jalan Percetakan Negara Raya RT 002 RW 006 Nomor C 263, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 10 orang tak dikenal tiba-tiba melakukan penyerangan.

"Saat itu, anak-anak The Jakmania sedang berkumpul di toko. Pelaku sekitar 10 orang menggunakan sepeda motor RX King semua dan menggunakan Helm, datang langsung memecahkan kaca depan toko terus masuk ke dalam toko dengan membawa senjata tajam jenis samurai dan mengacung-acungkan senjata yang diperkirakan senjata api," tuturnya. [red]

Sebuah Distro kaos dan souvenir tim Persija Jakarta diserang oleh 10 orang tak dikenal, Sabtu (25/6) malam. Toko tersebut diketahui milik Koordinator The Jakmania Rawasari, Reza.

"Ya benar sekali kejadian itu. Tepatnya di Toko Crazy Orange Distro di Jalan Percetakan Negara Raya RT 002 RW 006 Nomor C 263, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno saat dikonfirmasi, Minggu (26/6) dini hari.

Suyatno mengungkapkan, toko tersebut adalah tempat berkumpulnya anak-anak The Jakmania. Dan pada saat penyerangan, anak-anak The Jakmania sedang berkumpul di toko itu.

"Adapun kejadian, sekitar pukul 21.30 WIB, sebanyak 10 orang tak dikenal datang dan tiba-tiba menyerang toko. Pelaku sekitar 10 orang menggunakan sepeda motor RX King semua dan menggunakan Helm," ucapnya.

Setelah datang, lanjut Suyatno, pelaku langsung memecahkan kaca depan toko lalu masuk ke dalam toko dengan membawa senjata tajam jenis Samurai dan mengacung-acungkan senjata yang diperkirakan senjata api (senpi).

"Usai melakukan aksinya, mengacak-ngacak toko, pelaku langsung kabur. Pihak kami hingga kini masih memburu para pelaku tersebut," tutupnya. (tx)