
Jakarta – Memasuki bulan Ramadhan, masyarakat diminta menyambutnya
dengan khusyuk. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan umat Islam
wajib berpuasa, sementara bagi mereka yang tidak berpuasa diharapkan
menghormati orang yang sedang berpuasa.
“Kita menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk memasuki Ramadhan
dengan penuh suasana yang khusyuk dan tidak boleh ada pelanggaran,” kata
Ketua MUI KH Ma’ruf Amin saat jumpa pers di Kantor MUI Pusat Jakarta,
Selasa (31/05).
Kekhusyukan yang dimaksud oleh Kiai Ma’ruf salah satunya adalah
dengan menjalankan ibadah puasa, bagi yang beragama Islam. “Kalau yang
tidak puasa tentu harus menghormati yang puasa. Jangan dibalik, orang
puasa menghormati yang tidak puasa. Itu terbalik,” ujarnya.
Seruan tersebut juga ditujukan kepada orang-orang di luar agama
Islam. Mereka diminta menghormati kaum muslimin yang tengah beribadah
puasa. Selian itu, Kiai Ma’ruf mengimbau agar mereka tak melakukan
hal-hal yang merusak kesucian Ramadhan.
Kepada para penjual makanan, ulama yang juga Rais Aam PBNU itu
mengharap agar mereka menutup lapaknya di siang hari. Tetapi jika mereka
berjualan di wilayah yang juga dihuni orang-orang di luar Islam,
diharapkan tak membuka tempat jualan secara keseluruhan.
“Kalau di daerah-daerah orang yang berpuasa ya ditutup di siang hari,” pungkasnya.
Sumber : http://www.kiblat.net/2016/05/31/
